Aku
sudah lama tidak bertemu Rita. Sahabat mulai dari SD. Sekarang kami
jadi satu tempat kerjaan. Kami menjadi pelayan rumah makan terkemuka di
kota Madura. Dulu kami berpisah saat kami sama-sama lulus SMA. Sekarang
aku bertemu dengannya lagi. Meski rinduku sangat mendalam, aku sedikit
merasa kecewa. Rita yang sekarang sangat berbeda dengan Rita yang dulu.
Rita yang dulu begitu alami dan manis. Sekarang aku selalu melihatnya
dengan wajah penuh make up tebal. Dan setauku dulu rambutnya panjang
indah. Sekarang dia selalu memakai wig. Dia selalu memakai parfum yang
menyengat hidung. Setiap aku bertemu dengannya aku selalu acuh. Aku jadi
begitu membencinya. Di antara semua temanku, menurutku dia yang
terlihat paling norak. Tapi dia selalu menyapaku dengan ramah. Entah
kenapa aku malah merasa jijik melihatnya. Menurutku dia terlalu genit
kepada para pelanggan yang datang. Aku benar-benar membencinya.
Senin, 05 Maret 2012
Sabtu, 03 Maret 2012
Nilai Kehidupan
Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup sebatang kara. Pendidikan rendah, hidup
dari bekerja sebagai buruh tani milik tuan tanah yang kaya raya. Walapun
hidupnya sederhana tetapi sesungguhnya dia bisa melewati kesehariannya dengan
baik.
Pada suatu ketika, si pemuda merasa jenuh dengan kehidupannya. Dia tidak mengerti, untuk apa sebenarnya hidup di dunia ini. Setiap hari bekerja di ladang orang demi sesuap nasi. Hanya sekadar melewati hari untuk menunggu kapan akan mati. Pemuda itu merasa hampa, putus asa, dan tidak memiliki arti.
Pada suatu ketika, si pemuda merasa jenuh dengan kehidupannya. Dia tidak mengerti, untuk apa sebenarnya hidup di dunia ini. Setiap hari bekerja di ladang orang demi sesuap nasi. Hanya sekadar melewati hari untuk menunggu kapan akan mati. Pemuda itu merasa hampa, putus asa, dan tidak memiliki arti.
Jumat, 02 Maret 2012
Belajar Dari Kesalahan
Bila
Anda melakukan suatu tindakan, ada kemungkinan Anda akan membuat
kesalahan. Jangan patah semangat dulu, karena ketahuilah bila Anda
membuat kesalahan, itu adalah suatu hal yang hebat. Anda memiliki
kesempatan untuk belajar sesuatu.
Akui
kesalahan Anda, teliti dan pelajari secara mendalam mengapa Anda
melakukan kesalahan tersebut. Berpikirlah untuk mencari jalan keluar
bagi kesalahan Anda. Kesalahan adalah guru yang luar biasa. Dengan
mengenal apa yang salah, Anda dibantu untuk menemukan apa yang benar.
Terkenal Karena Penjara
Banyak
dari kita mengeluh ketika menghadapi masalah dan rintangan di dalam
kehidupan. Padahal terlalu banyak bukti yang menunjukkan bahwa di balik
setiap kejadian sulit yang kita hadapi, ada kebaikan Tuhan di baliknya
yang akan kita ketahui sejalan dengan waktu. Sama seperti Yusuf yang
harus melewati perbudakan dan penjara sebelum menjadi pemimpin di Mesir,
Marco Polo juga harus dipenjara sehingga namanya dikenal orang di
seluruh dunia sampai saat ini.
Kamis, 01 Maret 2012
Saya Anak Haram
"saya
adalah anak haram", seorang wanita memperkenalkan diri dalam konferensi
mahasiswa sebuah universitas terkenal di Amerika Serikat
"Ibu saya
adalah seorang bisu tuli yang sangat miskin. Suatu hari ibu sy diperkosa
oleh seorang pria, sehinggasy tidak pernah mengetahui siapa ayah saya.
Kami hidup sangat miskin, shg dalam umur yg masih sgt mudah sy harus
bekerja bersama dgn ibu sy sebagai buruh kasar dlm sebuah perkebunan
kapas. Saya membenci keadaan sy. Oleh krn itu sy jg kecewa kpd Allah krn
Dia tdk adil. Sy tdk dpt memahami mengapa sy hrs dilahirkan didunia ini
sdgkan sy tdk berguna sama sekali.
Apakah Kehidupan Itu?
Berapa
umur kita saat ini? 25 tahun, 35 tahun, 45 tahun atau bahkan 60
tahun... Berapa lama kita telah melalui kehidupan kita? Berapa lama lagi
sisa waktu kita untuk menjalani kehidupan? Tidak ada seorang pun yang
tahu kapan kita mengakhiri hidup ini.
Matahari
terbit dan kokok ayam menandakan pagi telah tiba. Waktu untuk kita
bersiap melakukan aktivitas, sebagai karyawan, sebagai pelajar, sebagai
seorang profesional, dll. Kita memulai hari yang baru. Macetnya jalan
membuat kita semakin tegang menjalani hidup.
Seberapa Lama Akar Itu Tertanam?
Pada
suatu hari seorang tua yang bijaksana berjalan melalui hutan bersama
seorang muda yang terkenal tidak bertanggung jawab dan kepala batu.
Orang tua itu menghentikan langkahnya, lalu menunjuk sebuah pohon yang
masih kecil. "Cabutlah pohon itu," katanya. Segara pemuda itu
membungkuk, dan hanya dengan dua jari saja ia dengan mudah dapat
mencabut pohon itu.
Langganan:
Postingan (Atom)






